Ketika Brand Terlalu Bergantung kepada Satu Kanal Penjualan
Bagi brand kosmetik baru, memusatkan penjualan pada satu kanal sering menjadi pilihan praktis. Pengelolaan lebih sederhana, promosi lebih terarah, dan hasilnya mudah dipantau. Ketika transaksi meningkat, perusahaan cenderung mempertahankan strategi yang dianggap berhasil.
Persoalan muncul ketika satu marketplace atau platform media sosial menjadi sumber hampir seluruh pendapatan. Perubahan biaya layanan, kebijakan promosi, atau jangkauan konten dapat langsung memengaruhi penjualan. Perusahaan memiliki kendali terbatas terhadap keputusan penyelenggara platform.
Baca Juga: Mengapa Brand Kosmetik Sulit Mengetahui Produk Mana yang Sebenarnya Menghasilkan Keuntungan?
Ketika Pertumbuhan Penjualan Bergantung pada Keputusan Platform
Bayangkan sebuah brand skincare memperoleh 85 persen penjualannya melalui satu marketplace. Selama beberapa bulan, promosi berbayar dan program affiliate menghasilkan transaksi yang konsisten. Pemiliknya kemudian mengalokasikan sebagian besar anggaran pemasaran ke kanal tersebut.
Dalam ilustrasi ini, perubahan biaya layanan membuat kontribusi keuntungan setiap transaksi berkurang. Pada saat bersamaan, biaya mendapatkan pelanggan meningkat. Omzet mungkin tetap tinggi, tetapi ruang keuntungan perusahaan semakin terbatas.
Membangun Alternatif Tanpa Kehilangan Fokus Penjualan
Diversifikasi kanal tidak berarti pemilik brand harus membuka seluruh saluran sekaligus. Perusahaan dapat memulai dari kanal tambahan yang sesuai dengan karakteristik pelanggan. Pilihannya mencakup situs resmi, penjualan langsung, komunitas, atau kemitraan distribusi.
Setiap kanal perlu memiliki tujuan dan ukuran keberhasilan yang jelas. Situs resmi mungkin berguna untuk memperkuat informasi produk, sedangkan komunitas membantu menjaga hubungan pelanggan. Tidak semua kanal harus langsung menghasilkan volume transaksi setara marketplace utama.