Brand Minta Produk Sama seperti Kompetitor, Apa yang Sebenarnya Sedang Dibandingkan?
Kesulitan muncul ketika permintaannya hanya berbunyi, “Buatkan yang sama seperti ini.” Kalimat tersebut menyisakan banyak pertanyaan karena kemiripan dapat memiliki arti berbeda. Apakah yang ingin disamakan teksturnya, kandungannya, manfaatnya, atau pengalaman ketika digunakan?
Produk yang Terlihat Sama Belum Tentu Memiliki Karakteristik Sama
Konsumen umumnya membandingkan kosmetik melalui hal-hal yang mudah diamati. Tekstur, warna, aroma, daya sebar, dan sensasi setelah pemakaian menjadi ukuran pertama. Padahal, karakteristik tersebut tidak memperlihatkan seluruh sistem formulasi di balik produk.
Dua pelembap dapat memberikan sensasi ringan meskipun menggunakan kombinasi bahan berbeda. Sebaliknya, dua produk dengan daftar bahan serupa belum tentu menghasilkan pengalaman penggunaan identik. Konsentrasi, spesifikasi bahan, dan proses pengolahan ikut memengaruhi karakteristik akhirnya.
Persoalan lain muncul ketika pemilik brand menganggap kemiripan otomatis menghasilkan peluang penjualan serupa. Produk kompetitor mungkin telah memiliki reputasi, distribusi luas, dan pelanggan setia. Menyamakan karakteristik produk tidak berarti memperoleh keunggulan bisnis yang sama.
Sebelum pengembangan dimulai, pemilik brand perlu menjelaskan bagian referensi yang dianggap penting. Jika menyukai tekstur, uraikan apakah produk harus cepat menyerap, tidak lengket, atau mudah diratakan. Penjelasan tersebut memberikan sasaran yang lebih terukur bagi tim formulasi.
Perbandingan juga perlu mempertimbangkan harga jual dan konsumen yang dituju. Produk premium dengan kemasan mahal belum tentu sesuai bagi brand yang menargetkan pasar ekonomis. Memaksakan seluruh karakteristik referensi dapat membuat biaya produksi melampaui kemampuan bisnis.
Mempelajari kompetitor tetap penting untuk memahami standar kategori dan harapan konsumen. Akan tetapi, hasil pengamatan seharusnya digunakan untuk merumuskan posisi produk sendiri. Brand membutuhkan alasan yang jelas mengapa konsumen memilih produknya di antara alternatif yang tersedia.