Produk kosmetik bisa selesai dikembangkan sesuai rencana. Persoalan muncul ketika pemilik brand baru menyadari bahwa produk siap diproduksi belum tentu siap dipasarkan.
Ada kebiasaan yang cukup berisiko dalam membangun bisnis kosmetik: menyelesaikan produk terlebih dahulu, kemudian mencari cara menjualnya. Pemilik brand sibuk menentukan formula, aroma, tekstur, kemasan, dan desain. Strategi penjualan baru dibicarakan ketika produk hampir memasuki pasar.
Urutan tersebut terlihat masuk akal karena produk memang harus tersedia sebelum dijual. Masalahnya, keputusan pengembangan produk seringkali menentukan strategi pemasaran yang mungkin dijalankan. Harga, ukuran, manfaat, hingga kemasan dapat membatasi pilihan kanal penjualan dan sasaran konsumen.
Akibatnya, brand mungkin memiliki produk yang secara teknis memenuhi harapan, tetapi kesulitan menjelaskan alasan konsumen perlu membelinya. Persoalan ini bukan selalu terletak pada kualitas formula. Bisa jadi, kebutuhan pasar belum cukup dipertimbangkan ketika produk dirancang.
Produk yang Selesai Dikembangkan Belum Tentu Siap Dijual
Bayangkan sebuah brand mengembangkan pelembap premium dengan kemasan eksklusif dan biaya produksi relatif tinggi. Setelah produk selesai, pemiliknya berencana menjual melalui marketplace yang didominasi persaingan harga. Mereka kemudian menyadari bahwa harga jual yang dibutuhkan sulit bersaing dengan produk sejenis.
Situasi tersebut memperlihatkan hubungan antara keputusan produksi dan strategi komersial. Biaya formula, kemasan, serta jumlah produksi memengaruhi struktur harga. Jika kanal penjualan baru ditentukan belakangan, ruang untuk menyesuaikan keputusan menjadi semakin terbatas.
Kesalahan serupa terjadi ketika manfaat produk tidak dirumuskan berdasarkan kebutuhan konsumen tertentu. Produk mungkin memiliki banyak bahan aktif, tetapi tidak menawarkan alasan pembelian yang mudah dipahami. Akibatnya, materi pemasaran dipenuhi daftar kandungan tanpa pesan utama yang jelas.
Padahal, strategi pemasaran seharusnya membantu menentukan arah pengembangan sejak awal. Pemilik brand perlu memahami siapa calon pembelinya, masalah apa yang ingin dijawab, dan berapa harga yang dapat diterima pasar. Informasi tersebut menjadi dasar diskusi bersama tim maklon.
Strategi Penjualan Perlu Hadir Sebelum Formula Disepakati
Memikirkan penjualan sejak awal bukan berarti seluruh keputusan formulasi harus mengikuti keinginan pemasaran. Tim pengembangan tetap bertanggung jawab memastikan keamanan, stabilitas, dan kelayakan produksi. Yang diperlukan adalah keselarasan antara kebutuhan konsumen, spesifikasi produk, dan kemampuan bisnis.
Sebagai contoh, brand yang menargetkan konsumen pemula mungkin membutuhkan ukuran produk lebih kecil dengan harga masuk yang terjangkau. Keputusan tersebut akan memengaruhi pemilihan kemasan, perhitungan biaya, dan kemungkinan jumlah produksi. Jika dibicarakan sejak awal, alternatifnya dapat dievaluasi sebelum biaya pengembangan terlanjur dikeluarkan.
Persiapan komersial juga mencakup perhitungan biaya pemasaran dan distribusi. Margin yang terlihat menarik berdasarkan selisih harga jual dan biaya produksi belum tentu mencerminkan keuntungan sebenarnya. Komisi kanal penjualan, promosi, pengiriman, dan biaya memperoleh pelanggan harus diperhitungkan.
Bagi perusahaan maklon, kejelasan strategi bisnis membantu proses pengembangan menjadi lebih terarah. Tim dapat memahami prioritas pemilik brand ketika harus memilih antara fitur tambahan, biaya, ukuran, dan karakteristik produk. Keputusan teknis pun memiliki landasan komersial yang lebih jelas.
Produk yang bagus tetap membutuhkan strategi untuk menjangkau pembeli yang tepat. Sebaliknya, pemasaran yang kuat akan kesulitan mempertahankan pelanggan jika produknya tidak memenuhi harapan. Kedua aspek tersebut perlu dirancang sebagai bagian dari satu keputusan bisnis.
Produk seharusnya tidak selesai lebih dahulu daripada alasan mengapa konsumen perlu membelinya. Pengembangan dan pemasaran perlu berjalan saling mendukung sejak tahap perencanaan. Dengan begitu, brand tidak sekadar memiliki barang untuk dijual, tetapi juga memahami pasar yang ingin dilayaninya. [][Adrian Damar/MYK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.