Produk dengan Klaim Hebat yang Tidak Dipahami Market
Banyak brand percaya bahwa klaim yang kuat akan membuat produk lebih mudah dipilih. Semakin besar manfaat yang disebutkan, semakin tinggi harapan bahwa konsumen akan merasa tertarik. Cara berpikir ini sering terlihat masuk akal, terutama ketika kompetisi di market semakin padat.
Salah satu contoh yang sering muncul terlihat pada produk serum dengan klaim kompleks. Produk bisa membawa istilah seperti perbaikan tekstur, dukungan skin barrier, atau peningkatan tampilan kulit secara menyeluruh. Dari sisi pengembangan produk, klaim ini mungkin benar dan punya dasar yang kuat.
Namun, bagi sebagian konsumen, klaim seperti itu tidak langsung menjawab pertanyaan utama mereka. Mereka ingin tahu apakah produk ini cocok untuk kulit kusam, kulit berminyak, bekas jerawat, atau kulit yang mudah terasa kering. Ketika klaim terlalu luas, konsumen kesulitan menghubungkannya dengan kebutuhan pribadi.
Konsumen tidak selalu membeli produk karena klaimnya paling canggih. Mereka membeli karena merasa klaim tersebut relevan dengan masalah yang mereka rasakan. Relevansi inilah yang sering hilang ketika brand terlalu fokus menunjukkan keunggulan produk dari sisi teknis.
Produk facial wash misalnya, bisa membawa klaim membersihkan secara optimal tanpa mengganggu keseimbangan kulit. Klaim ini bagus, tetapi perlu diterjemahkan menjadi bahasa yang lebih dekat dengan pengalaman. Konsumen lebih mudah memahami pesan seperti wajah terasa bersih tanpa rasa ketarik atau kering setelah mencuci muka.
Produk dengan klaim hebat tidak otomatis gagal. Produk seperti itu hanya membutuhkan cara komunikasi yang lebih tepat. Ketika klaim bisa diterjemahkan ke bahasa konsumen, nilai produk menjadi lebih mudah terlihat.
Market tidak selalu menolak klaim besar. Mereka hanya membutuhkan alasan yang jelas untuk percaya. Jika klaim tidak bisa dipahami, produk akan sulit dipilih meskipun sebenarnya punya kualitas yang baik. [][Rommy Rimbarawa/MYK]