Mengapa Produk Kosmetik dengan Pembelian Berulang Lebih Menarik sebagai Bisnis?
Dalam bisnis kosmetik, kesempatan membangun pembelian berulang relatif besar karena banyak produk digunakan sebagai bagian dari rutinitas. Pembersih wajah, pelembap, sampo, sabun mandi, dan berbagai produk perawatan lainnya akan habis setelah digunakan dalam periode tertentu. Jika pengalaman pemakaiannya memuaskan, kebutuhan terhadap produk tersebut tidak otomatis selesai ketika kemasannya kosong.
Membuat konsumen membeli produk untuk pertama kali dapat dilakukan melalui banyak cara. Desain kemasan yang menarik, promosi, rekomendasi kreator, potongan harga, atau kampanye yang kuat dapat menciptakan rasa penasaran. Seluruh aktivitas tersebut mampu membawa konsumen sampai pada transaksi pertama.
Dari perspektif brand, pola tersebut sangat penting. Bisnis yang hanya bergantung kepada konsumen baru harus terus mengeluarkan energi untuk menciptakan perhatian dan meyakinkan orang yang belum pernah menggunakan produknya. Sebaliknya, basis konsumen yang kembali membeli menciptakan fondasi permintaan yang lebih kuat karena sebagian transaksi datang dari orang yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya.
Karena itu, produk yang berpotensi menghasilkan pembelian berulang tidak harus menjadi produk yang paling kompleks atau paling sensasional. Produk yang digunakan secara rutin, memiliki fungsi jelas, nyaman dipakai, dan memberikan pengalaman konsisten justru dapat memiliki posisi bisnis yang sangat menarik. Konsumen mungkin tidak membicarakannya setiap hari di media sosial, tetapi terus memasukkannya ke keranjang ketika produk di rumah mulai habis.
Produk untuk Pembelian Berulang Perlu Dipikirkan Sejak Tahap Maklon
Potensi pembelian berulang seharusnya tidak baru dibicarakan setelah produk masuk ke market. Pertimbangan tersebut dapat dimulai ketika brand menyusun konsep bersama perusahaan maklon. Karakter formula, ukuran kemasan, kenyamanan penggunaan, posisi harga, hingga konsistensi produksi semuanya dapat memengaruhi keinginan konsumen untuk menggunakan produk secara rutin.
Sebagai contoh, formula dengan banyak bahan aktif mungkin terdengar sangat kuat dalam materi promosi. Namun apabila teksturnya kurang nyaman untuk digunakan setiap hari, pengalaman tersebut dapat mengurangi kemungkinan konsumen menghabiskan produk. Klaim menarik berhasil menciptakan transaksi pertama, tetapi pengalaman penggunaan gagal membangun transaksi berikutnya.
Karena itu, ketika menentukan produk pertama untuk dikembangkan melalui maklon, pertanyaannya tidak harus selalu tentang kategori mana yang sedang paling ramai. Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah produk apa yang dapat memperoleh tempat dalam rutinitas konsumen. Tren dapat membawa orang datang sekali, tetapi kebiasaan menggunakan produk memberikan kesempatan bagi sebuah brand untuk terus bertumbuh bersama konsumennya. [][Adrian Damar/MYK]