Kesalahan Brand Baru: Semua Market Dianggap Sama
Dua market bisa terlihat mirip dari luar, tetapi berbeda dalam cara berpikir. Perbedaan ini bisa datang dari kebiasaan, referensi produk, hingga cara konsumen menilai risiko. Hal-hal yang terlihat kecil ini sering menentukan apakah sebuah produk akan dipilih atau diabaikan.
Produk seperti serum dengan fungsi yang sama bisa diterima dengan cara berbeda di dua market yang serupa. Di satu market, konsumen lebih fokus kepada hasil cepat dan klaim yang jelas. Di market lain, konsumen lebih sensitif terhadap keamanan dan kenyamanan penggunaan.
Ketika brand tidak membaca perbedaan ini, produk akan diposisikan secara umum. Komunikasi tidak cukup tajam untuk menjangkau kebutuhan spesifik, dan pesan yang disampaikan terasa tidak langsung relevan. Dalam kondisi seperti ini, perhatian konsumen sulit terbentuk.
Banyak brand baru menghindari fokus karena takut kehilangan peluang. Mereka mencoba menjangkau sebanyak mungkin orang dengan satu pendekatan. Dari luar, ini terlihat sebagai strategi untuk memperbesar pasar.
Kesalahan ini sering berawal dari cara pandang yang terlalu luas. Market dilihat sebagai kumpulan besar yang bisa dijangkau dengan satu solusi. Padahal dalam praktiknya, market terbentuk dari banyak kelompok kecil dengan kebutuhan yang berbeda.
Di pasar yang kompetitif, yang dipilih bukan yang paling luas jangkauannya. Yang dipilih adalah yang paling terasa sesuai. Dan kesesuaian hanya muncul ketika brand berhenti menganggap semua market sama, lalu mulai membaca perbedaannya dengan lebih tajam. [][Adrian Damar/MYK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.