Produk Tidak Konsisten di Pasar, Bagaimana Mengatasinya?
Di dalam brand, kondisi ini sering langsung dikaitkan dengan faktor eksternal. Market dianggap berubah, kompetitor bertambah, atau tren bergeser. Semua itu memang bisa terjadi, tetapi tidak selalu menjadi penyebab utama.
Masalahnya sering lebih dalam. Produk terlihat sama, tetapi cara ia dibaca oleh market tidak selalu konsisten. Di titik ini, yang berubah bukan produknya, tetapi konteks di sekitarnya.
Ketika konteks berubah dan brand tidak menyadarinya, performa produk akan ikut berubah tanpa terlihat jelas penyebabnya.
Salah satu penyebab utama ketidakkonsistenan adalah perubahan persepsi. Produk tetap sama, tetapi cara konsumen melihatnya berubah seiring waktu. Hal ini sering terjadi ketika market mulai jenuh atau terbiasa dengan kategori tertentu.
Hal yang sama juga terjadi pada moisturizer atau facial wash. Produk yang dulu dianggap cukup bisa mulai dipertanyakan ketika standar market berubah. Konsumen mulai mencari sesuatu yang lebih spesifik atau lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain persepsi, masalah juga sering datang dari arah brand yang tidak konsisten. Komunikasi berubah-ubah, positioning tidak dikunci, dan pesan yang disampaikan tidak stabil.
Produk bisa dipromosikan sebagai solusi tertentu di satu waktu, lalu bergeser ke arah lain di waktu berikutnya. Dari dalam, ini terlihat sebagai eksplorasi. Namun dari luar, ini terlihat sebagai ketidakjelasan. Konsumen akhirnya tidak memiliki gambaran yang kuat tentang produk tersebut. Ketika tidak ada kejelasan, keputusan membeli menjadi tidak konsisten. Di titik ini, performa produk ikut naik turun tanpa pola yang jelas.
Untuk mengatasi hal ini, brand tidak perlu langsung mengubah produk. Yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi bagaimana produk tersebut dibaca oleh market. Apakah positioning masih relevan, apakah komunikasi masih konsisten, dan apakah pesan yang disampaikan masih jelas.