Kenapa Familiaritas Lebih Kuat dari Inovasi?
Masalahnya, konsumen tidak selalu bergerak secepat inovasi yang diciptakan oleh brand. Banyak orang justru lebih nyaman dengan pilihan yang sudah mereka pahami. Ketika harus memilih antara sesuatu yang baru dan sesuatu yang familiar, sebagian besar konsumen cenderung memilih opsi yang terasa lebih aman.
Karena itu, tidak sedikit produk inovatif yang kesulitan berkembang, sementara produk yang relatif biasa justru mampu bertahan sangat lama di market.
Setiap keputusan membeli mengandung risiko. Konsumen khawatir produk tidak sesuai harapan, tidak cocok digunakan, atau tidak memberikan hasil yang mereka inginkan. Semakin besar risiko yang dirasakan, semakin besar pula kecenderungan mereka mencari sesuatu yang terasa aman.
Familiaritas menciptakan rasa nyaman. Konsumen merasa mereka sudah memahami apa yang akan didapatkan, sehingga keputusan membeli menjadi lebih ringan. Faktor psikologis seperti ini sering lebih kuat dibandingkan keunggulan teknis yang ditawarkan oleh sebuah inovasi.
Kepercayaan jarang lahir dalam satu hari. Kepercayaan tumbuh dari pengalaman yang berulang, paparan yang konsisten, dan rasa aman yang terbentuk secara bertahap. Karena itu, brand yang sudah lama hadir sering memiliki keuntungan yang tidak mudah ditiru hanya dengan inovasi produk.
Ketika konsumen terus melihat sebuah brand, mendengar namanya, atau melihat orang lain menggunakannya, familiaritas mulai terbentuk. Semakin sering proses ini terjadi, semakin kecil pula rasa ragu yang muncul saat konsumen mempertimbangkan pembelian.
Hal inilah yang membuat banyak brand baru salah membaca market. Mereka terlalu fokus menciptakan sesuatu yang berbeda, tetapi kurang memperhatikan bagaimana membangun rasa akrab dengan konsumen. Padahal sebelum market mengapresiasi inovasi, mereka biasanya perlu merasa nyaman terlebih dahulu dengan keberadaan brand tersebut.
Karena itu, brand yang ingin tumbuh tidak cukup hanya bertanya bagaimana membuat produk yang lebih baik. Mereka juga perlu bertanya bagaimana membuat market merasa semakin mengenal, memahami, dan mempercayai keberadaan mereka dari waktu ke waktu. [][Adrian Damar/MYK]